Posts

(hampir) pingsan!

Image
Kemarin siang, aku ikut donor darah untuk yang pertama kalinya (seumur hidup). Betapa melegakan sekali. Jujur saja, aku merasa sangat hebat. Hebat karena berani merelakan darahku. Aku bangga. Tadinya, sama sekali tidak ada niatan untuk ikut dalam acara donor darah yang rutin digelar kawan-kawan KSR PMI UPI (Kelompok Suka Rela Palang Merah Indonesia - Universitas Pendidikan Indonesia) itu. Niat spontan itu terjadi ketika salah seorang kawan, Dian Malensko, mendaftarkan diri untuk menjadi donor. Aku yang berbincang-bincang bersama Adam, saling bermuka ngeri membayangkan sakitnya ditusuk jarum infus dan sakitnya denyut darah yang mengalir keluar tubuh... Kami tertawa-tawa, membayangkan lucunya tubuh Malensko yang agak kurus itu terhuyung-huyung kemudian tergelepak di lantai karena kekurangan darah setelah "dikuras" selama hampir setengah jam di atas ranjang. Hah.. Tiba-tiba pada percakapan yang kami lanjutkan di sekretariat kami, terlontar ide "gila". "Dam, urang ...

Kita butuh ambisi!

Image
Beberapa waktu yang lalu, saya nonton film Shattered Glass , film dari Lions Gate Films. Seorang teman merekomendasikan film itu karena "tentang jurnalis kampus", katanya. Akhirnya, bersama Lida saya nonton film itu. Shattered Glass bercerita tentang perjalanan penuh ambisi Stephen Glass, si tokoh utama cerita dalam karir di bidang jurnalisme. Glass yang merupakan seorang mantan redaktur eksekutif (atau redaktur pelaksana kali ya?) surat kabar mahasiswa The Daily Pennsylvanian , semakin tertarik pada jurnalisme ketika pada saat itu (paruh akhir tahun 90-an ) jurnalisme politik nasional Amerika Serikat sedang hangat-hangatnya. Singkat kata, Glass akhirnya berhasil masuk ke majalah The New Republic --sebuah majalah politik yang cukup disegani di kalangan pejabat tinggi negara AS--. Dalam waktu singkat, Glass bisa menjadi salah sosok yang cukup disenangi di kalangan awak redaksi TNR , dan bukan hanya karena kepribadiannya yang ramah, Glass juga disenangi karena ide-ide l...

Flu tahunan?

Kemarin, mungkin karena kurang istirahat, aku kena flu. Hari ini, setelah tidur siang harinya, flunya kambuh lagi. Pileknya sih yang ngeganggu banget. Tapi aku sudah terbiasa untuk tidak terlalu peduli, karena bagiku pilek itu sudah biasa. Apa ini yang disebut flu tahunan, ya? Ah, menyebalkan. Aku harus mengetik beberapa naskah sambil ngurus hidung yang meler ini.. Belum lagi ada jerawat di dalam hidung. The pain is fucking frustating!

Dulu, kala demam

Suatu hari, ketika aku masih berusia belasan tahun, aku bertanya pada kakakku. "Mengapa seseorang tak boleh menceritakan mimpi buruknya pada orang lain?" kataku setengah mengeluh. Beberapa hari yang lalu, aku teringat kembali akan mimpi-mimpi buruk dikala demam meremas tubuhku. Samar-samar, teringat juga perkataan seorang guru agama tentang larangan menceritakan mimpi buruk itu. Kakakku menjawab, "alasannya supaya kamu terbiasa memecahkan masalah-masalah yang kamu hadapi seorang diri." Aku termenung, seperti biasanya. Aku coba mencerna dan memahami kata-kata itu (meski sempat kupikir, jawabannya enggak nyambung !). Aku coba mencari setitik sari kebenaran di sana. Ya, memang ada hal yang harus kita hadapi sendirian. Dan aku percaya, ini salah satu asal jejak yang sampai saat ini menemaniku...

Isola Pos #38

Image

Happy Birthday Lida!

Hari ini Lida , pacarku, ulang tahun.. Hmm, kasih apa ya?!

Dingin..

Beberapa hari ini cuaca Bandung buruk sekali. Dalam sehari, hujan bisa turun hampir tiga kali. Lama pula. Akibatnya jelas, sinar matahari tertutup awan di atas sana, membuat udara dingin sepanjang hari. Kalau dikira-kira, mungkin suhu udara di bandung saat ini turun sekitar 3 derajat celcius . Dingin banget. Karena udara dingin yang berkepanjangan (udara Ledeng dinginnya minta ampun!), Lida harus kembali sakit. Tadi malam batuknya kambuh, semalaman. Sementara, sesekali hidungku meler akibat kedinginan. Pagi ini aku tak kuliah lagi, badanku lemas. Semalam tidur-bangun. Ah, kapan matahari hangatkan kembali?