8 November 2013

Antara anugerah dan kutukan


Ada yang mengatakan bahwa hidup (tepatnya kelahiran ke alam dunia) itu kutukan, karena "kita" tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Ada juga yang menerima hidup sebagai anugerah, karena hidup adalah sebuah takdir yang --seperti halnya yang memandang sebagai kutukan-- tak terelakkan. Karena kita tidak memiliki kuasa atasnya.

Mengisi hidup dengan mengutuk ke-hidup-an itu sendiri (bagi mereka yang sudah cukup lama hidup di dunia ini dan menghadapi berbagai macam persoalannya) tentu saja tidak bijaksana. Lebih-lebih berniat mengakhirinya. Kehidupan memang penuh misteri. Aku yakin bahwa misteri kehidupan ini tak akan ada habisnya. Sama seperti tak akan ada habisnya upaya kita mengarungi galaksi untuk mencari "dunia" yang mirip dengan yang kita tinggali saat ini.

Perasaan bahwa hidup ini sulit, tak kenal ampun, apalagi kutukan, adalah karena kita memiliki akal, karena kita memiliki kemampuan untuk berpikir. Karenanya, kupikir kita tak perlu menyesali anugerah tersebut.