Posts

Showing posts with the label media

Balon, bukan kondom!

Tanggal 1 kemarin di kompas ada berita peresmian Pekan Kondom Nasional (PKN) di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat. Berita berjudul " Lepas Balon Kondom, PKN Dibuka" itu membuat saya penasaran. Kok acara peresmian kampanye sosialisasi kondom malah pake acara buang-buang kondom? Setelah saya baca sekali lagi dengan teliti, ada kata yang saya lupa baca, " Peresmian PKN yang pertama ini dilakukan dengan pelepasan 1.000 balon berbentuk kondom [...]". Ah, ternyata cuma bentuknya saja yang menyerupai kondom! Jujur saja, tadinya acara itu mau saya maki-maki di sini. Untung nggak langsung esmosi. :) Judulnya memang membuat berita jadi menarik, tapi isinya membuat pembaca merasa tertipuu. Si penulis naskah toh memang nggak salah-salah amat, sayanya aja yang nggak teliti. Berita serupa di situs Antara : Seribu Balon Kondom di Langit Jakarta

Kita butuh ambisi!

Image
Beberapa waktu yang lalu, saya nonton film Shattered Glass , film dari Lions Gate Films. Seorang teman merekomendasikan film itu karena "tentang jurnalis kampus", katanya. Akhirnya, bersama Lida saya nonton film itu. Shattered Glass bercerita tentang perjalanan penuh ambisi Stephen Glass, si tokoh utama cerita dalam karir di bidang jurnalisme. Glass yang merupakan seorang mantan redaktur eksekutif (atau redaktur pelaksana kali ya?) surat kabar mahasiswa The Daily Pennsylvanian , semakin tertarik pada jurnalisme ketika pada saat itu (paruh akhir tahun 90-an ) jurnalisme politik nasional Amerika Serikat sedang hangat-hangatnya. Singkat kata, Glass akhirnya berhasil masuk ke majalah The New Republic --sebuah majalah politik yang cukup disegani di kalangan pejabat tinggi negara AS--. Dalam waktu singkat, Glass bisa menjadi salah sosok yang cukup disenangi di kalangan awak redaksi TNR , dan bukan hanya karena kepribadiannya yang ramah, Glass juga disenangi karena ide-ide l...

Isola Pos #38

Image

Fuihh.. Isola 37 akhirnya terbit juga!

Image
Akhirnya, Isola Pos Edisi 37 terbit juga. Kami masih berusaha untuk membenahi kinerja kami, awak redaksi, untuk selalu lebih baik. Di Isola edisi ini, laporan utamanya berusaha mengangkat latar belakang kebijakan kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh pemerintah awal Oktober kemarin. (Secara pribadi, aku pikir pemerintah masih juga semena-mena dalam membuat kebijakan.) Kulit muka edisi ini kami putuskan untuk berwarna hitam putih. Selain untuk mendukung konsep cover yang memberi kesan wa'as alias getir(?), kebetulan sekali ini sangat membantu lembaga yang kondisi keuangan nyal sedang kurang beruntung alias bokek!. Foto kulit muka diambil di tengah ruas jalan di kawasan Cikutra, Bandung. Bagus, kan? Sangat pas dengan tema yang kami angkat. Tak terlalu mengada-ada kalau kami bilang masyarakat memang kecewa dengan kebijakan naiknya harga BBM, kan? Untuk dua edisi terakhir (Edisi 35 dan 36), kami membuat versi PDF (Portable Document Format) dari Isola Pos agar tetap bisa diakses secar...

What's actually hits Pentagon?

Apa yang sebenarnya yang menyerang gedung Pentagon pada 11 September 2001 lalu? Tahukah bahwa di tempat ledakan tidak ditemukan rongsokan/puing-puing kapal Boeing 757 (versi Pentagon)? Coba lihat film format flash di situs freedomunderground.org ini : http://www.freedomunderground.org/memoryhole/pentagon121.swf atau http://www.pentagonstrike.co.uk/ It's definitely weird ! Conspiracy? Well... Haha! Coba lihat juga beberapa sumber pendukung ini : http://www.911review.org/Wiki/PentagonAttack.shtml http://thewebfairy.com/killtown/pentalawn.html Dan ini beberapa artikel di situs Mulitidisciplinary Center for Earthquake Engineering Research (MCEER) tentang penjelasan dari pandangan arsitektur mengapa struktur bangunan WTC bisa rontok.

Bambang Harymurti divonis satu tahun penjara

Tempo Interaktif: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Bambang Harymurti, Kamis (16/9), pukul 16.00 WIB. Vonis ini berkaitan dengan kasus berita "Ada Tomy di Tenabang?" pada majalah Tempo edisi 3-9 Maret 2003.