Posts

Showing posts with the label lingkungan

Years From Disaster

Kemarin malam acara Seconds From Disaster (SFD) di National Geographic Channel (NGC) menampilkan cerita tentang sebuah kecelakaan kereta di Amerika. Bergerbong-gerbong kereta meloncat ke luar rel dan mendarat di sungai, sebagian ke rawa-rawa. SFD kemudian melakukan rekonstruksi dan merunut balik ke saat-saat sebelum kecelakaan kereta itu terjadi. Ternyata, hasil penyelidikan mengungkap beberapa menit sebelumnya, di sungai, sebuah kapal pengangkut pasir dengan jarak pandang terbatas telah membentur jembatan. Hal itu mengakibatkan rel kereta pada jembatan itu bergeser ke pinggir (melengkung dan tidak patah) hampir satu meter. Tak lama kemudian sebuah kereta melewati jembatan itu, dan dalam hitungan detik kereta itu berhamburan. Korban jiwa berjatuhan.

Energi yang lagi krisis

Untuk orang yang sebagian hidupnya didedikasikan pada aktivitas teknologi (seperti saya) yang sedikit (sedikittt?) bersandar pada perangkat elektronik, yang namanya persoalan listrik tak bisa dianggap remeh. Makanya headline Kompas kemarin tentang adanya kemungkinan padamnya aliran listrik di pulau Jawa dan Bali bikin risau. Bahkan, orang-orang yang aktivitasnya tak mirip saya pun akan khawatir. Apa yang akan terjadi kalau satu pulau padat tak berlistrik? Yang pasti bukan hanya tak bisa ketak-ketik di komputer. Orang-orang bakal kesulitan nonton TV, tak bisa browsing internet, ngeblog, es-es mencair dari banyak kulkas, komunikasi via kabel dan nirkabel akan terganggu, aktivitas ekonomi terancam lumpuh, belum lagi matinya ikan-ikan di akuarium (seperti yang menimpa arwana ayah saya beberapa hari lalu, hehe..), sampai kekacauan lalu lintas yang tak terkira akibat matinya semua lampu lalu lintas. Lebih jauh lagi, kita bisa bayangkan matinya sistem alarm di banyak fasilitas publik sepert...

"Awan Aneh" di Bandung

Pernah dimuat di: Forum UPI Kemarin, Selasa (2/8) pagi-pagi (kemungkinan masih dibawah jam 9 atau 10), dering telepon genggam membuat saya terbangun dari tidur. Itu telepon dari ibu saya. Dalam keadaan hampir setengah tidur, saya mendapat kabar bahwa ada sebuah stasiun televisi yang pagi itu memberitakan adanya penampakan awan vertikal di atas kota Bandung. Ibu saya menambahkan, awan tersebut terlihat dua kali. Yang bikin ngeri, ia juga mengatakan bahwa ada seorang ahli meteorologi yang berpendapat awan vertikal mengawali kemungkinan gempa berkekuatan besar! Sejauh yang saya ingat, memang belum ada yang bisa memastikan kapan sebuah gempa akan terjadi. Lebih-lebih, belum ada penjelasan ilmiah yang menyepakati keterkaitan antara penampakan awan dengan gempa bumi. Bagaimanapun, saya diwanti-wanti untuk mempersiapkan sebuah tas berisi pakaian, makanan, surat-surat penting, dan obat-obatan untuk keadaan darurat. Siapa tahu gempa memang akan terjadi di Bandung. SIAPA TAHU! Dan tas darurat it...