10 July 2012

Catatan Zen RS soal Lewat Djam Malam

Catatan bagus dari Zen RS soal film Lewat Djam Malam yang beberapa waktu lalu sempat diputar di layar lebar.
Revolusi baru saja berakhir. Seorang mantan pejuang yang kelimpungan menyesuaikan diri dengan situasi pasca-revolusi bertemu pelacur yang merawat sisa-sisa nyala kehidupannya dengan mengkliping iklan-iklan di majalah LIFE. Laila, pelacur itu, tak becus melafalkan nama “LIFE”. Iskandar, mantan pejuang itu, membetulkan pelafalan Laila: “Itu LIFE. Bacanya La-if. Majalah Amerika. Memang mau dibeli semua?”
Scene itu memukau saya. Dengan mengingat konsep “obtuse meaning” yang diperkenalkan Roland Barthes,  kombinasi antara “salah pelafalan”, “majalah Amerika”, “perempuan/pelacur yang mengkliping iklan-iklan produk asing”, sampai “mantan pejuang yang gelisah” memberi saya ruang yang lapang untuk menyusun (pem)baca(an)-(pen)tafsir(an) pada film Lewat Djam Malam.
Baca lebih lanjut artikel berjudul Obtuse dalam “Lewat Djam Malam” di blog pejalan jauh.


UPDATE (19 Desember 2015): Blog pejalan jauh rupanya sudah almarhum, atau karena suatu hal tidak bisa diakses. Tulisan Obtuse dalam “Lewat Djam Malam” saat ini bisa dilihat di blog Lewat Djam Malam atau via Wayback Machine.