23 December 2007

Mobil kaduruk di Pasupati

Sekitar jam 17.30-an, saya pulang dari rumah Lida di Ujung Berung. Seperti biasa, untuk menuju Cipaganti terus ke Setiabudhi saya pulang lewat fly-over Pasupati. Ketika hendak ambil jalur kiri dan masuk ke perempatan Cihampelas, saya menemukan kemacetan. Aneh, pikir saya, tumben pasupati semacet ini. Ketika saya mulai mendekat ke perempatan jalan Cihampelas-Pasteur, saya melihat ada api dan asap mengepul di dekat tengah pembatas fly-over (kira-kira hampir sekitar 200 meteran dari posisi saya, di sekitar atas perempatan Cihampelas-Pasteur itu). Waktu saya lihat jam saya, saat itu sekitar jam 17.57.


Tadinya saya kira ada demonstrasi di tengah jalan, karena memang banyak orang yang berkumpul di bahu jalan. Kemudian pikiran saya mulai meracau ke hal lain: ada perkelahian gangster. Aneh memang, tapi seorang teman pernah bilang, "jangan lewat pasupati di tengah malam, kabarnya gangster sering berkeliaran di jam-jam itu di sana." Kejadian itu memang bukan tengah malam, tapi perihal gangster itu memang masih membuat saya ngeri dengan jalanan.

Setelah saya perhatikan, ternyata ada mobil terbakar. Dari bentuknya, mungkin mobil bermerek Ferossa atau Daihatsu Taft. Entahlah, saya tidak bisa melihat dengan jelas, api dan asapnya cukup pekat. Belum lagi pandangan saya terhalang mobil-mobil yang melintas. Saya juga tidak bisa memastikan apa penyebabnya. Saya melihat polisi mengatur lalu lintas di sekitar kemacetan itu. Saya tidak sempat bertanya pada polisi itu tentang apa gerangan yang terjadi, tapi toh hati saya sedikit tenang. Apapun yang terjadi, sudah ada polisi di lokasi. Saya sendiri sudah ingin cepat-cepat pulang ke kosan. Saya khawatir kehujanan dan ivan sudah menunggu di sana dari siang. Yaa, kita lihat saja nanti beritanya di koran.